BSC9Tpz9GpM6TpO7BUOlBSClTd==
  • info@paramotor.or.id
  • +62 021 8007250 - WA : +62 811112244

PURE NAVIGATION


Tujuan tugas :  

Terbang menyelesaikan tugas menendang atau melewati target sesuai urutan tertentu dalam waktu sesingkat-singkatnya.  

2. Deskripsi :  

a. 1 tiang dengan tinggi 1,8 m yang diletakan di tengah-tengah antara 2 buah pylon yang berjarak antara 100 m s/d 150 m  

b. Bendera hijau akan dikibarkan tanda bagi pilot untuk memulai tugas  

c. Perhitungan waktu dilakukan pada saat pilot menendang stick/tiang yang ditengah sebagai tanda dimulainya tugas  

d. Pilot bebas memulai tugas dengan menendang tiang no.1, seketika itu perhitungan waktu dimulai (strike 1)  

e. Kemudian pilot mengitari Pylon No.2 mengikuti petunjuk arah sesuai gambar (strike 2) kemudian strike 3 dan seterusnya mengintari pylon No. 4 (strike 4) kemudian menendang target 5 (perhitun…

Tujuan tugas:  

Terbang dari take off deck untuk menemukan sebanyak-banyaknya Waypoint / Marker dengan jarak terbang terdekat dalam rentang waktu yang telah ditentukan dan kembali ke landing area.  


Perhitungan Nilai :  

                                NBp 

Nilai Pilot = 1000 x ---------  

                              Nbmax  

NBmax : Jumlah total waypoint terbanyak  

NBp : Jumlah waypoint yang diperoleh pilot  

1. Atlet dalam window time yang ditentukan panitia, akan melakukan tugas sebagai berikut  

a. Pilot Brifing dengan panitia.  

b. Pemberian soal tugas navigasi dari panitia.  

c. Open Window oleh Competition Director.  

d. Atlet menyusun flight plan (rute terbang bebas tidak harus berurutan nomor WPnya).  

e. Pilot Take off dari Take off deck untuk wajib terbang melewati Start Gate dengan radius 10 Meter dari titik Start Gate.  

f. Terbang menuju dan melewati WP sebanyak mungkin, dengan radius 50 Meter dari titik pusat WP.  

g. Terbang melewati Finish Gate dengan radius 10 Meter dari titik Finish Gate.  

h. Atlet wajib landing di Landing Deck sebelum Closed Window.  

2. Peringkat terbaik ditentukan berdasarkan perolehan waypoint terbanyak.  

3. Apabila ada lebih dari 1 atlet yang jumlah perolehan waypointnya sama, maka rangking teratas diperoleh atlet yang jarak terbangnya terpendek.  

4. Apabila ada lebih dari 1 atlet yang jumlah perolehan waypointnya sama dan jarak terbangnya sama, maka rangking teratas diperoleh atlet yang waktu terbangnya tercepat.  

5. Ketinggian maksimum 300 Meter/ASL.  

6. Atlet wajib melewati start gate dan finish gate.  

7. Atlet harus landing didalam deck dalam waktu yang ditentukan panitia.  

8. Atlet menyusun flight plan di tenda kelas panitia, secara mandiri dan dilarang :  

a. mencontek  

b. saling meminjam alat  

c. berkomunikasi online/offline untuk dibantu oleh orang lain atau official atau atlet lainnya (Kecuali khusus WP Tandem, pilot dan penumpang bersama-sama masuk kelas boleh saling berkomunikasi hanya dengan pasangannya untuk menyusun flight plan).  

d. menggunakan laptop, smartphone atau smart device apapun untuk akses internet melihat peta digital, google earth, map dll sebagai alat bantu penyusun flight plan.  

9. Alat bantu penyusunan flight plan di kelas berupa : Peta dan gambar Waypoint yang disediakan panitia, Kompas Analog, Mapboard, Alat Tulis Pulpen/Pensil, Penggaris, Busur Derajat, Jangka.  

10. Petunjuk Waypoint yang diberikan kepada atlet berupa :  

a. Sejumlah WP dengan diberi nomor tanpa nama tempat.  

b. Sudut Kompas setiap WP dari Start Gate.  

c. Jarak setiap WP dari Start Gate.  

d. Peta Besar berisi seluruh titik WP.  

e. Foto pembesaran setiap WP.  

11. Pada saat terbang Atlet hanya boleh membawa alat komunikasi dan navigasi yang  ditentukan panitia yaitu :  

a. Alat komunikasi :  

1) 1 (satu) Radio Handy Talky Single Band dengan Frekwensi VHF 149.290 MHz, dalam kondisi On dan hanya dipergunakan untuk mendengar instruksi dari panitia perlombaan.  

2) 1 (satu) Hand Phone dalam kondisi dimatikan (Off) dimasukan kedalam kantong segel yang disediakan dan disegel panitia, hanya untuk dipergunakan bila emergency landing.  

b. Alat navigasi :  

1) 1 (satu) Tracker log yang disediakan oleh panitia dalam kondisi dinyalakan on untuk penilaian  

2) 1 (satu) GPS yang disediakan sendiri oleh Atlet untuk back up, dalam kondisi dinyalakan dan dimasukan kedalam kantong segel yang disediakan dan disegel panitia.  

3) 1 (satu) Kompas analog (prisma/silva)  

4) 1 (satu) stop watch analog  

5) 1 (satu) jam tangan analog non smart watch.  

6) Peta dan gambar Waypoint yang disediakan panitia  

7) Flight plan yang disusun atlet di kelas, boleh membawa mapboard, alat tulis  

Larangan alat : 

Selain peralatan yang diperbolehkan tersebut diatas atlet dilarang membawa alat-alat komunikasi dan navigasi lainnya.  

Nilai hukuman/ pinalty :  

Penalty berupa score akhir nilai 0 (Nol), diberikan kepada pilot jika melakukan salah satu pelanggaran  

yaitu :  

1. Take off tanpa persetujuan panitia.  

2. Tidak melewati Start Gate dan Finish Gate,  

3. Landing melebihi waktu maximal landing yang ditentukan panitia  

4. Terbang melebihi batas ketinggian terbang yang ditentukan  

5. Terbang di daerah yang dilarang (No Fly Zone)  

6. Mendarat di luar area yang telah ditentukan  

7. Melakukan kecurangan, melanggar larangan dikelas, terbang dipandu orang lain, membawa  atau menggunakan alat yang dilarang saat terbang, membuka segel kantong HP/GPS tanpa  persetujuan panitia

0 Komentar

Kontak Saran & Info

Website ini https://www.paramotor.or.id/ dalam tahap perodusi dan peyempurnaan !

Paramotor Form

Popup Image